Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Alamat Kantor Jl. Boulevard Simpang Tiga Telp./Fax (0401) 322896 – 323770, Anduonohu Kendari, e-mail: ppa-dinkessultra@yahoo.com
2-1-2
2-1-1

Pertemuan Penyusunan Rencana Kontijensi Pandemi Influenza Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018

Pert Renkon Pandemi Flu Dinkes 2018 3Guna meningkatkan kapasitas daerah dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza,  Kementerian Kesehatan melalui Sub Direktorat P2P ISPA mengadakan  pertemuan  penyusunan  rencana  kontijensi  pandemi influenza tingkat Provinsi sehingga tersusun dokumen Rencana Kontijensi tingkat Provinsi. Kegiatan ini dididasari beberapa kejadian pendemi influenza di dunia.

Pada  abad  kedua  puluh  dunia  sudah  mengalami  beberapa  kali  pandemi.  Pada tahun 1918, H1N1 “spanish flu” pandemik diperkirakan mengakibatkan 40-50 juta kematian (CFR 2- 3%), dan pada tahun 1957 “H2N2 Asian Flu” pandemik dan 1968 “H3N2 Hong Kong   Flu”   pandemik   diperkirakan   mengakibatkan   1-4   juta   kematian   (CFR   0.2%). H1N1pdm09 yang terjadi pada tahun 2009 diperkirakan mengakibatkan 100,000-400,000 kematian dengan CFR 0.02%. Penyakit emerging 70% berasal dari hewan dan berpotensi menyebar secara luas dan mengakibatkan pandemik. Dengan peningkatan varietas virus influenza  pada  hewan  yang  ber  sirkulasi  dan  berpotensi  menginfeksi  manusia  serta dinamika perdagangan dan perjalanan global, meningkatkan risiko penyebaran strain novel virus yang berpotensi mengakibatkan pandemik. Saat ini virus pandemi tersebut merupakan penyebab influenza musiman.

Pert Renkon Pandemi Flu Dinkes 2018 5Virus influenza lainnya yang menjadi perhatian dunia adalah Penularan flu burung dari unggas ke manusia yang disebabkan oleh virus subtipe H5N1. Virus ini pertama kali terjadi di Hongkong pada tahun 1996 dengan jumlah 18 kasus dan 6 kasus meninggal dunia.  Pada  tahun  2003,  flu  burung  mulai  menyerang  Asia  yaitu  China  (2003-2008), Vietnam  (2003-2008),  Thailand  (2004-2006),Kamboja  (2005-  2007),  Indonesia  (2005-2008), Irak (2006), Laos dan Myanmar (2007), Pakistan (2007). Virus flu burung  (H5N1) sudah menyebar tidak hanya di Asia tetapi juga di Eropa, yaitu di Turki (2006) dan Afrika, Mesir (2006-2008), Nigeria (2007) serta Azerbaijan. Angka fatalitas kasus (Case Fatality Rate/CFR) karena flu burung di dunia relatif tinggi yaitu 63.3% dengan kisaran 33.3%-100%. Virus influenza merupakan virus RNA yang sangat mudah bermutasi, mengalami perubahan pembawa sifat (genetik). Saat ini penularan flu burung oleh virus subtype H5N1 diyakini masih bersumber dari unggas ke manusia. Namun dikhawatirkan akan terjadi suatu mutasi atau pertukaran materi genetik virus H5N1 dengan virus influenza musiman membentuk virus influenza pandemi (reassortment) yang akan memudahkan terjadinya penularan antar manusia (human to human) yang dapat memicu pandemi influenza. Di Indonesia sampai dengan akhir Mei 2008 menunjukkan kecenderungan penurunan kasus. Pada bulan Mei 2008 terdapat dua kasus positif flu burung, menunjukkan penurunan 50% dibanding empat kasus flu burung pada bulan Mei 2007, serta penurunan yang tajam yaitu 88,8% dibanding 18 kasus flu burung pada bulan Mei 2006. Puncak tertinggi kasus flu burung terdapat pada bulan Mei 2007,  yaitu 18 kasus karena adanya klaster flu burung  di Kabupaten Karo. Perkembangan bulan Januari-Mei 2008 menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah kasus. CFR pada periode Januari-Mei 2006, 2007,dan 2008 berurutan adalah 79,4% (34 kasus; 27 di antaranya meninggal), 87,5% (24 kasus; 21 kasus meninggal),dan 83,3% (18 kasus;15 kasus meninggal).  Menurut  para  ahli,  penurunan  CFR  menunjukkan  semakin membaiknya penatalaksanaan penderita. Peningkatan kasus H5N1 (terutama di Mesir belakangan ini), sirkulasi H7N9 dan terdeteksinya H5N2, H5N3, H5N6 dan H5N8 yang bersirkulasi  di  beberapa  tempat  telah  menjadi  perhatian  dunia  untuk  meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan pandemi.

Pert Renkon Pandemi Flu Dinkes 2018 6Pandemi tidak dapat diprediksi, tetapi merupakan kejadian yang berulang dan dapat menimbulkan konsekuensi yang besar tidak hanya dalam sektor kesehatan, namun juga berdampak terhadap perekonomian dan keamanan internasional. Sebagai bagian dari International Health Regulation (IHR) 2005, Indonesia telah meningkatkan kesiapsiagaan pandemik dan respon. Pada tahun 2006, Indonesia menyusun rencana strategi nasional pengendalian flu burung  dan Kemenkes menyusun  pedoman  episenter  pandemik  yang disimulasikan di Bali dan Makasar. Pada tahun 2009, dengan mengadopsi pengalaman dari respon  pandemik  2009,  Kemenkes  menyusun  pedoman  kesiapsiagaan  dan  respon pandemik dan rencana deployment vaksin. Kemenkes juga meningkatkan kapasitas dalam Surveilans, laboratorium, manajemen kasus, komunikasi risiko, pengendalian infeksi dengan penyusunan  pedoman  dan  pelatihan  untuk  Flu  burung,  MERS-CoV  dan  penyakit  virus Ebola.

Pert Renkon Pandemi Flu Dinkes 2018 4Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dr. H. Zuhuddin Kasim, MM, menyampaikan bahwa alasan pemilihan Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu lokasi kegiatan Pertemuan Penyusunan Rencana Kontijensi Pandemik Influenza adalah karena Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu pintu masuk negara yang berpotensi terhadap terjadinya pandemi influenza. Olehnya itu sangatlah tepat jika lintas program maupun lintas sektor yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, bersama-sama dalam melaksanakan kesiapsiagaan terhadap pandemi influenza, sebagai awal dengan melaksanakan Pertemuan Penyusunan Rencana Kontigensi pandemi influenza.

Pert Renkon Pandemi Flu Dinkes 2018 1Kegiatan yang dihadiri oleh Kasubdit ISPA Kementerian Kesehatan R.I., dr. Christina Widaningrum, M. Kes ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari tanggal 28 Februari s/d 1 Maret 2018 di Hotel Clarion Kendari dengan metode ceramah dan diskusi serta penyusunan draft Rencana Kontijensi Pandemik Influenza. Peserta pertemuan ini berasal dari Lintas Program Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Kabid P2, Kasi P2M, Seksi Promkes & Kesling, Seksi Surveilans, Epid & Imun, Seksi Farmasi, Seksi Yankesdas, Pert Renkon Pandemi Flu Dinkes 2018 2Rujukan & Tradkom, Pengelola Program ISPA dan Lintas Sektor Provinsi (Setda, Polda Sultra, Korem 143 HO, Biro Hukum, Kesra, BPKAD, BPBD, Bappeda, Dinsos/Tagana, Dinas Pertanian/ Peternakan, Dinas Komunikasi & Informatika, Dinas Perhubungan, Satpol PP, RSUD Bahateramas, Labkesda, PMI Provinsi, Orari, dan KKP.  Dari dari Ibu Kota Provinsi yaitu Dinas Kesehatan Kota Kendari (Kabid P2, Kasie P2M, Seksi Surveilans, Epid & Imunisasi, Seksi Promkes & Kesling,  Seksi Farmasi, Seksi Yankesdas, Rujukan & Tradkom, Puskesmas terpilih  2 PKM, Pengelola Program ISPA, dan Lintas Sektor terkait (Sekretaris Kota Kendari, Kapolresta Kendari, Komandan Kodim, Kabag. Hukum & HAM Kota Kendari, Kabag. Adm. Kesra Kota Kdi, BPBD, Bappeda, Dinsos/Tagana, Dinas Pertanian/Peternakan, Dinas Komunikasi & Informatika, Dinas Perhubungan, Satpol PP, RSUD Kota Kendari, Camat Puuwatu, Koramil kecamatan Puuwatu, Kapolsek Kecamatan Puuwatu , Puskeswan terpilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *