Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara ~ Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-51 tahun 2015 ~ Sultra Sehat Tanpa Rokok
2-1
2-1

Rapat Kerja Kesehatan Daerah (RAKERKESDA) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2015

3b 3a

Tema RapatKerjaKesehatan Daerah (RAKERKESDA) Tahun 2015 adalah“Melalui Pembangunan Kesehatan berbasis multi sektoral terintegrasi, kita menuju Masyarakat Sulawesi Tenggara yang Sejahtera, Mandiri, berdaya saing dan Berkeadilan ”.

Yang perlu menjadi catatan terkait dengan Pelaksanaan Rakerkesda TahunIni Sebagai Berikut:
– Setelah Rakerkesda dilaksanakan, rencana aksi percepatan pencapaian pembangunan kesehatan sesuai dengan rekomendasi, arahan gubernur dan arahan kementerian kesehatan;
– Terkait dengan implementasi Permenkes Nomor 75 tahun 2014, kami sangat mengharapkan kiranya kepala dinas kesehatan segera merumuskan langkah-langkah percepatan terkait dengan izin operasional puskesmas, registrasi puskesmas (termasuk registrasi ulang), akreditasi puskesmas;
– Terkait dengan implementasi Permenkes Nomor 56 tahun 2014, kami sangat mengharapkan kiranya rumah sakit dapat segera memproses ijin operasional dan mempersiapkan untuk akreditasi;
– Terkait dengan ketersediaan dan pendistribuian tenaga, kita segera merumuskan langkah-langkah mulai dari identifikasi ketersediaan di fasilitas pelayanan, kompetensi tenaga dan sistem rekruitmen yang dilakukan;
– Terkait dengan komitmen kerjasama yang telah ditanda tangani bersama, ini tidak hanya terbatas pada upaya promotif dan preventif, tetapi mencakup seluruh aspek percepatan pembangunan kesehatan di provinsi sulawesi tenggara;
– Terkait dengan permasalahan BPJS, akan kita jadwalkan tersendiri yang diawali untuk membahas permasalahan pada internal kita.
– Terkait dengan stop BAB sembarangan yang telah dideklarasikan di kota kendari, kami mengharapkan kiranya dapat diikuti oleh kabupaten/kota lain;
– Kami juga sangat mengharapkan kiranya kabupaten/kota dapat merencanakan RAKERKESDA sebagai even untuk membicarakan permasalahan kesehatan di wilayah kerjanya.

Sesuaidengan arahan staf ahli menteri kesehatan RI, sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara, pemaparan narasumber, hasil diskusi kelompok, dirumuskan rekomendasi hasil RAKERKESDA Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2015 sebagai berikut:
1. Sinkronisasi kebijakan pembangunan kesehatan mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, baik lintas program maupun lintas sektor sesuai dengan kewenangan masing-masing, yang diawali dengan harmonisasi RPJMN dan RPJMD serta RenstraKementerianKesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota;
2. Upaya penurunan jumlah kematian ibu dan anak melalui peningkatan kompetensi Bidan Desa, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, deteksi dini ibuhamil dan neonatal komplikasi, penanganan emergency obestetri-neonatal, dan dukungan lintas sektor dan peran serta masyarakat;
3. Intervensi masalah gizi dilakukan sedini mungkin dengan pendekatan daur kehidupan melalui peningkatan layanan paket kesehatan gizi ibu hamil, peningkatan surveilans gizi, dan integrasi pelayanan gizi kedalam pendidikan anak usia dini, serta kemitraan dengan lintas sektor dan masyarakat;

4. Memantapkan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular melalui peningkatan kapasitas tenagakesehatan, penataanmanajemen logistik, koordinasi lintas program dan lintas sektor. Khusus untuk penyakit menular, tidak hanya penyakit AIDS, TB, dan malaria, tetapi juga harusmemprioritaskan penyakit-penyakit yang sifatnya lokal spesifik dan penyakit-penyakit yang sifatnya musiman;

5. Dalam upaya mengurangi akibat merokok, DinasKesehatan Kabupaten/Kota bersama-samadenganlintassektorlainnyadiharapkan terus mengkampanyekan bahaya merokok dan mengoptimalkan pemanfaatan pajak rokok untuk mendukung kegiatan dimaksud;

6. Melakukan pemerataanjumlah dan jenis tenaga kesehatan di fasilitaspelayanankesehatanbaik di PuskesmasmaupunRumahSakit, dengan memperhatikankompetensi tenaga kesehatan sesuai kebutuhan difasilitas pelayanan kesehatan;

7. Melakukan akselerasi pengembangan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk mendukung pencapaian akses air minum dan sanitasi yang layak, diharapkan Kabupaten/Kota segera mendeklarasikan Stop Buang Air BesarSembarangan(SBS);

8. Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kesehatan di Desa sesuai Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014tentangDesa, Bupati/WalikotadapatmenginstruksikanKepalaDesa/Lurahkiranya dapat mengalokasikan anggaran pembangunan Desaminimal 10% untuk kegiatan pelayanan kesehatan;

9. Dalam rangka memastikan keterjaminan kualitas dan keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi penduduk kurang mampu, perlu dilakukan integrasi Jaminan Kesehatan Daerah kedalam Jaminan Kesehatan Nasional;

10. Dalam upaya implementasi PeraturanMenteriKesehatan RI Nomor: 75 tahun 2014 tentang Puskesmas, diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, agar segera menetapkan pengkategorian puskesmas, menyelesaikan ijin operasional Puskesmas, danmelakukan registrasi ulang Puskesmas paling lambat minggu IV Desember 2015;

11. Dalam upaya pengembangan pelayanan kesehatan rujukan (Rumah Sakit), Kabupaten/Kota agar mempedomani Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan PeraturanMenteriKesehatan RINomor: 56 tahun 2014 tentang Ijin Operasional Rumah Sakit serta mendorong Rumah Sakit untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD);

12. Untuk menjamin manajemen pengelolaan kefarmasian, semua Kabupaten/Kota harus memiliki instalasi farmasi kabupaten/kota sesuai standar;
13. Dalam rangka akselerasi pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara, telah dilakukanpenan datanganan kesepakatan bersamaantara Dinas Kesehatan Provinsidan Kabupaten/Kota dengan LSM, dunia usaha, organisasi sosial kemasyarakatan dan organisasi profesi;
Kabupaten/kota agar segera menindaklanjuti hasil Rakerkesda tersebut, dalam bentuk rencana aksi sesuai dengan kondisi sumber daya yang dimiliki;

  • DSC_0156s
    DSC_0106s
    DSC_0111s

  • DSC_0130s
    DSC_0140s
    DSC_0146s